PPG…membuat bingung nasib calon guru

19 10 2009

Di dunia pendidikan sekarang muncul istilah baru yaitu PPG ( Propesi Pendidikan Guru). yang ditunjukan kepada calon-calon guru di seluruh Indonesia terutama di Kalsel. untuk Kalimantan Unlam ditunjuk sebagai pelaksana PPG tersebut. untuk apa PPG dan bagaimana PPG tersebut?????

PPG adalah pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu para tenaga pendidik nantinya yang berlangsung selama satu tahun setelah menyandang gelar sarjana. kita diarahkan untuk terjun langsung ke lapangan atau sekolah-sekolah yang ditunjuk dengan mendapatkan tunjngan selayaknya pegawai negeri. tapi disini kita diwajibkan benar-benar menjadi guru yang profesional sesuai dgn ilmu pendidikan guru yang telah di dapatkan. keuntungan lain dari PPG yang lain adalah selepas mendapatkan sertipikat PPG kita langsung menjadi pegawai negeri dgn gaji 2x lipat layaknya guru-guru yang lulus sertifikasi.

Tapi PPG ini sendiri mengancam nasib para calon. kenapa demikian?????karena PPG ini dilaksanakan dgn seleksi yg ketat dan formasi yang sangat terbatas. untuk kalsel kemungkinan formasi yg disediakan hanya 50 sedangkan mahasiswa FKIP UNLAm setiap tahun nya bisa mengeluarkan sarjana ratusan orang. belom lagi untuk Universitas lain nya yang jg mencetak calon guru. selain itu dari informasi yg di dapat untuk penerimaan PNS untuk selanjutnya bila PPG sudah dilaksanakan tidak ada lagi formasi untuk guru karna sudah dilaksanakan lewat PPG. nah kalau sudah begitu bagaimana nasib calon guru yg tidak lulus-lulus PPG..apakah pemerintah sudah memperhitungkannya…kalau pemerintah tidak bijak dalah melaksanakan hal ini maka makin bertebaranlah sarjana pengangguran….semoga saja PPG ini dilaksanakan dengan perhitungan yg jelas agar tidak merugikan nasib calon Oemar Bakri.





PO DI JOGYA: DAHULU DAN KINI

22 04 2009

Keberadaan Perusahaan Otobus (PO) di Yogyakarta sejak awal berdirinya tidak lepas dari upaya pemerintah di era itu, upaya pemerintah ini diawali pada tahun 1953 dengan mengumpulkan sebanyak 32 veteran perang revolusi untuk disekolahkan menjadi montir. Selesai menjalani pendidikan montir, peran pemerintah tidak berhenti sampai disitu saja, dengan bekal pendidikan montir, pemerintah memberikan modal kepada 32 veteran untuk mendirikan usaha angkutan penumpang, dan dari modal tersebut keseluruh veteran sepakat untuk mendirikan PO yang diberi nama NV Peni.”





Berguru Ilmu ke PO Efisiensi

22 04 2009

Kebumen ( Sabtu 18/04) Bermula susahnya mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah, dan sempat luntang-lantung nyaris 2 tahun lamanya, akhirnya Teuku Eri Rubiansah, alumnus Ekonomi Managemen UII ini memutuskan untuk meneruskan usaha keluarga warisan sang kakek, yakni usaha kursus setir mobil dan montir. Sang kakek, (Alm) Teuku Muhammad adalah guru sekolah teknik Belanda yang juga membuka kursus mengemudi dan montir yang diberi nama “Efficiëntie” yang cukup kondang di Kebumen saat itu. Berusaha memenuhi wasiat sang kakek untuk meneruskan “Efficiëntie”, Eri muda berusaha mengembangkan usaha kursus setir mobil dan montir ini sedemikian rupa hingga berubah nama menjadi Efisiensi dan masih berjalan sampai saat ini dan berkantor di Jl. Indrakila Kebumen ini.

Itulah sepenggal cerita yang disampaikan oleh Pak Eri, mengawali cerita seru tentang kiprah PO Efisiensi saat Bismania Community melalui BMC Jogja berusaha memenuhi undangan dari pak Eri untuk berkunjung ke PO Efisiensi di Rest Area Wonosari – Kebumen. Dengan sapaan hangat dan guyonan segar khas beliau, beliau memenuhi segala pertayaan rekan BMC dan tidak segan membagi ilmu kepada seluruh rekan yang hadir saat itu.